DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PANGAN GMO (Genetically Modified Organism)

  1. Dampak positif

a. Tanaman menjadi toleran terhadap herbisida

b. Tanaman menjadi tahan hama

c. Tanaman menjadi resisten terhadap penyakit

d. Toleran terhadap dingin dan kekeringan

e. Meningkatkan kadar protein

f. Kandungan nutrisi dalam tanaman menjadi lebih tinggi seperti vitamin C, E dan β-karoten

2. Dampak negatif

          Menurut Hidayat (2014) dan Hidayat, Luthfi (2015), dampak negatif dari tanaman rekayasa genetika adalah:

a. Dapat memindahkan gen kerabat liar menjadi gulma yang super

b.  Menyebabkan alergi, keracunan atau bahkan bakteri di dalam perut menjadi resisten terhadap antibiotik

c. Potensi erosi plasma nutfah

      Adanya perkembangan tanaman transgenik yang mempunyai gen dengan efek pestisida, misalnya jagung Bt, dapat menyebabkan kematian larva spesies kupu-kupu raja (Danaus plexippus) sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan keseimbangan ekosistem akibat musnahnya plasma nutfah kupu-kupu tersebut. Hal ini terjadi karena gen resisten pestisida yang terdapat di dalam jagung Bt dapat dipindahkan kepada gulma milkweed (Asclepia curassavica) yang berada pada jarak hingga 60 m darinya. Daun gulma ini merupakan pakan bagi larva kupu-kupu raja sehingga larva kupu-kupu raja yang memakan daun gulma milkweed yang telah kemasukan gen resisten pestisida tersebut akan mengalami kematian. Dengan demikian, akan terjadi kematian organisme nontarget, yang cepat atau lambat dapat memberikan ancaman bagi eksistensi plasma nutfahnya.

d. Potensi pergeseran gen

       Daun tanaman tomat transgenik yang resisten terhadap serangga Lepidoptera, setelah 10 tahun ternyata mempunyai akar yang dapat mematikan mikroorganisme dan organisme tanah, misalnya cacing tanah. Tanaman tomat transgenik ini dikatakan telah mengalami pergeseran gen karena semula hanya mematikan Lepidoptera tetapi kemudian dapat juga mematikan organisme lainnya. Pergeseran gen pada tanaman tomat transgenik semacam ini dapat mengakibatkan perubahan struktur dan tekstur tanah di areal pertanamannya.

e. Potensi pergeseran ekologi

        Organisme transgenik dapat pula mengalami pergeseran ekologi. Organisme yang pada mulanya tidak tahan terhadap suhu tinggi, asam atau garam, serta tidak dapat memecah selulosa atau lignin, setelah direkayasa berubah menjadi tahan terhadap faktor-faktor lingkungan tersebut. Pergeseran ekologi organisme transgenik dapat menimbulkan gangguan lingkungan yang dikenal sebagai gangguan adaptasi.

Referensi:

Hidayat, Luthfi M. 2015. Dampak Positif Dan Negatif Rekayasa Genetika. http://www.zonabiokita.web.id/2015/12/dampak-positif-dan-negatif-rekayasa.html

Hidayat, Yayat R. 2014. Persepsi Masyarakat Terhadap Tanaman Transgenik Dikabupaten Cirebon. Jurnal Agrijati. Vol. 26(1): 75-88.

https://lordbroken.wordpress.com/2010/07/23/penggunaan-rekayasa-genetika-pada-tanaman-genetically-modified-organism-dikaji-dari-sisi-positif/

Oleh: Enung Padilah (1157020019)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s